Teruntuk Kamu yang Ada di Semarang

Aku minta maaf. Meskipun aku masih memiliki perasaan untukmu, tapi aku harus membuangnya. Karena memikirkanmu hanya membuat duniaku semakin buruk. Perasaanku sudah bukan untukmu lagi. Perasaanku sekarang sudah berpindah untuk orang lain yang bisa dikatakan lebih baik daripada dirimu. Dia tidak pernah membuat sakit bahkan memburukkan keadaanku seperti kamu dulu membuatku sakit dan teganya menggantungkan diriku. Aku tidak berharap apapun lagi dari dirimu.

Continue reading

Terulang Kembali

Lagi – lagi aku diacuhkan. Diduakan pula.
Dia kembali sibuk dengan aktifitas nya.
Entah itu ekskul, les, atau sekedar ngobral sana sini.

Aku tau, ini luka. tapi, biarlah.
Aku tau diri kok.

Dia melanggar perkataannya sendiri.
Padahal sudah kuturuti apa yang dikatakannya.
Dia malah menghindar dan mengacuhkanku.

Dan teganya dia bilang sesuatu yang menyakitkan kepada orang lain yang merujuk tentang aku.
Padahal juga, aku ada di satu ruang yang sama dan tak jauh dari dia duduk.

Lonely Part 1

Mungkin sekarang semua seperti waktu aku SD… ah.. tidak, mungkin  seperti waktu SMP. Aku tau ini menyakitkan sekali. Tapi bagaiumanapun juga aku harus bertahan. Aku di sini bukan buat bermain, tapi untuk masa depan keluarga ku. Berat… Iya memang… rasanya sakit dan perih.

Aku terlihat seperti unvisible di sini. Antara ada dan tiada.