할아버지

Sudah 20 tahun berlalu tanpa melihat sosok seorang kakek.

Sudah 40 tahun berlalu tanpa melihat seorang ayah.

Seseorang berumur 20 tahun itu adalag aku.

Seseorang berumur 4o tahun itu adalah ayahku.

Ayahku terlahir tanpa pernah melihat ayahnya. Satu kali pun tidak pernah. Sampai sekarang ayahku maupun kakaknya tidak tahu kakekku ada di mana. Masih hidupkah atau sudah tidak ada di dunia inikah, sama sekali tidak tahu.

Selama ini yang selalu diarahkan untuk dianggap sebagai kakekku atau ayah dari ayahku adalah kakak dari kakekku sebenarnya. Sebenarnya aku sudah merasa aneh sejak aku duduk di bangku SMA. Bahkan sejak kecil ibuku selalu bilang bahwa kakekku ada di Malaysia. Tapi aku bersikap cuek alias tidak peduli karena aku percaya bahwa kakekkku adalah yang berada di Majenang. Alasan kenapa aku bersikap tidak peduli adalah karena sejak kecil aku dan adikku selalu diajak pulang kampung ke rumah kakak dari kakekku ketika libur sekolah atau lebaran dan jika keluargaku ada masalah, kakak dari kakekku itu yang menengahi. Sehingga aku pun berpikir bahwa kakek kandungku adalah kakak dari kakekku itu.

Aku mulai memikirkannya dengan serius ketika ibuku bercerita kepada seorang tamu yang berkunjung ke rumah kami beberapa minggu yang lalu. Aku sempat bertanya dalam hati, mengapa tidak bilang saja bahwa aku “tidak memiliki seorang kakek atau kakekku entah ada di mana”? Kenapa harus menunjuk orang lain sebagai ganti sosok seorang kakekku? Beberapa waktu aku terus memikirkan alasannya. Dan aku berpikir sesuatu yang mungkin menjadi alasan mengapa ibuku berbuat demikian. Mungkin agar aku dan adikku seperti keluarga normal lainnya, punya seorang kakek dan nenek.

Aku tidak mau menyalahkan siapa pun. Karena jika menyalahkan salah seorang dari pihak yang terlibat, percuma saja. Penyalahan salah satu pihak akan berujung pada kebencian kepada pihak itu. Aku tidak mau menyebut siapa pihak itu. Jika aku menyebutnya, aku tidak mau mengganggu tidur damainya di alam yang lain.

Aku tidak tahu bagaimana perasaan ayahku ketika tahu dia terlahir tanpa ayah, tapi jika aku membayangkannya pasti rasanya sakit sekali. Selama ini ayahku hanya bungkam tentang hal itu dan tidak pernah menyinggung hal itu. Ayahku menjalani hidupnya seperti semua baik-baik saja. Tapi aku tahu, ayahku sebenarnya depresi berat. Bahkan tidak tahu hidupnya itu untuk apa. Ayahku bertahan hidup karena aku dan adikku. Aku merasa benar-benar bersalah dan sangat berterimakasih untuk ayahku. Terimakasih karena masih ada di sini dan terus merawatku dan adikku, meski hidup keluarga kami jauh dari kata harmonis sejak aku lahir hingga sekarang.

Untuk kakekku yang entah ada di mana, entah masih hidup atau tidak, mengapa meninggalkan ayahku seorang diri tanpa pernah sekali pun menanyakan kabarnya? Tanpa pernah mau meniliknya satu kali saja? Tahukah bahwa ayahku adalah seorang anakmu yang hidupnya sama sekali tidak beruntung, tidak seperti kakek yang bisa pergi menjauh ke luar sana?

Untuk kakekku yang sudah dianggap sebagai kakek kandungku, terimakasih selama ini sudah menganggap aku dan adikku sebagai seorang cucu dan merawatku dengan baik. Bahkan berkat kakek, aku punya saudara yang selalu mengajakku bermain ketika kecil sehingga aku dan adikku tidak merasa kesepian hingga sekarang. Terimakasih sudah menjadi kakekku sehingga aku bisa merasakan bagaimana rasanya mempunyai seorang kakek. Terimakasih berkat kakek, masa kecilku tidak terlalu suram oleh tangis dan penderitaan yang hingga sekarang masih menghantui kehidupanku. Aku tidak tahu bagaimana caranya membalas semua itu.

Jika kalian bertanya bagaimana perasaanku sekarang, jujur, hatiku serasa dipukul palu besar berulang kali.

Yang aku inginkan sekarang, aku hanya ingin bertemu dengan kakekku dan mempertemukannya dengan ayahku meskipun satu kali saja. Setidaknya agar kakekku tahu rupa anaknya dan ayahku tau bagaimana sosok seorang ayah kandungnya.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s