Hujan dan Kamu

Karena aku bukanlah siapa – siapa di pandanganmu, maka pergilah. Bersama dengan seluruh ribuan tetesan hujan malam ini. Aku takkan melakukan apapun. Tidak menahan, tidak pula melepas. Aku tidak berhak untuk itu semua.

Aku juga menyadari sesuatu. Pasti aku akan terjatuh lagi jika tidak berhati – hati. Cinta itu buta. Membuat matamu tertutup oleh perasaan bagaikan terbang ke langit. Aku tidak mau menyesal karena telah mempunyai rasa kagum padamu, bahkan suka untukmu.

Aku tidak mau nanti, aku berkata bahwa aku telah salah pernah menyukaimu karena fisikmu. Jujur, aku menyukai pria tinggi, putih, berkacamata, dan berwajah oriental. Namun, perasaan tidak akan pernah dusta. Logikaku bisa berkata “tidak”, tetapi perasaanku pasti menyangkal dan mendesak berkata “iya”.

Untuk seorang kamu yang sedang menimba ilmu di sebuah jurusan yang ada di timur Grha Sabha Pramana UGM, terimakasih. Senyum. Tawa. Kesal. Sedih. Marah. Tangis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s