Last I See You Before You Go Study at Semarang

Hari ini dia datang ke rumahku. Aku kaget dan sekaligus bingung. Aku barusan tadi pagi nangis karena emosiku setelah teringat pesan WA yang dia kemarin kirim. Dan kini dia datang ke rumahku. Ini bukanlah mimpi dan ini adalah kenyataan.

Dari dalam rumahku, aku melihatnya datang. Dia mengenakan jaket putih agak krem seperti biasa. Membawa helm dan sebuah tas hitam di punggungnya. Dan tak ketinggalan… oh so damn… sebuah kacamata berframe hitam yang manis menempel di matanya. Uh~ dia semakin tampan mengenakan kacamata itu.

Aku membukakan pintu dan mempersilahkan dia masuk. Dia meletakkan tas dan helm. Dia melepaskan jaketnya. Dia mengenakan sebuah kemeja berwarna putih dengan garis – garis ungu. Lalu, dia duduk. Aku duduk berseberangan dengannya.

Dia hanya menatapku dan aku hanya bisa diam. Aku mendongakkan kepalaku dan menatapnya. Dia mengekspresikan, “silahkan apa yang ingin kamu bicarakan ?”. Aku hanya tersenyum. Senyum perih. Aku terdiam kembali begitu pula dia. Keadaan terus seperti itu sampai akhirnya aku berkata, “kalau kamu ada urusan, pergi saja”.

Entah, dengan berat atau tidak, dia berdiri. Dia seperti ragu ingin mengenakan jaketnya. Dia melihatku sekali lagi. Dan dia berkata, “sepertinya kamu agak….” Aku mendongak dan menatapnya. Dia jadi terdiam dan berekspresi ragu. Dia kemudian mengenakan jaketnya. Kemudian, dia mengambil tas dan memakainya kembali ke punggungnya dan tak lupa helm.

Terakhir, sebelum dia pergi, dia berkata, “Aku pasti akan ada di jogja. Aku gag selamanya ada di SEmarang kok”. Aku hanya menatapnya. Di dalam hatiku berkata, “Tidak! tidak akan kutemui dirimu jika aku sudah melupakanmu“. Dia pamit kepadaku dan pergi.

Huft! Aku sungguh tidak bisa berpikir dan berkata. Degup jantungku mendadak meningkat hanya dengan melihat bayangannya saja. Aku tak sanggup mengeluarkan sepatah kata pun dari dalam pikiranku.

Perpisahan adalah perpisahan. Tak dapat dipungkiri lagi, karena pasti itu akan terjadi. Tapi, setelah perpisahan, pasti akan ada pertemuan kembali setelah itu. Entahlah, apa aku nanti masih mengharapkannya kembali atau tidak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s